Sabtu, 15 April 2023

ASESMEN DIAGNOSTIK

 

Oleh: SITI AISYAH, S.Pd.I

Deputi Kurikulum SDIT Nurul Fikri Selong 

Guru yang baik adalah orang yang merencanakan dengan matang sebelum pembelajaran dimulai, termasuk assesmen, ini yang merupakan bagian penting dari pembelajaran yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang guru. Apa itu asesmen? asesemen adalah upaya untuk memperoleh data/informasi tentang proses dan hasil pembelajaran untuk menentukan seberapa baik kinerja siswa, kelas atau mata pelajaran terkait dengan tujuan/kriteria/prestasi pembelajaran tertentu. Ada berbagai jenis asesmen dalam dunia pendidikan. Jenis asesmen yang akan digunakan harus sesuai dengan tujuan dari asesmen itu sendiri. Contoh asesmen yang sudah dikenal guru adalah asesmen formatif dan asesmen sumatif. Kali ini kita melihat asesmen diagnostik, yang merupakan bagian dari penilaian formatif.

Asesmen diagnostik merupakan asesmen yang dibuat khusus untuk mengidentifikasi kemampuan, kelebihan dan kekurangan siswa agar pembelajaran dapat direncanakan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa. Ada beberapa tujuan asesmen diagnostik, yaitu:

1. Secara cepat memetakan kemampuan siswa di kelas. 

2. Identifikasi siswa yang sudah mengerti dan tidak mengerti topik yang diajarkan.

Asesmen diagnostik ini dianalogikan sebagai seorang dokter yang harus memeriksa pasien secara menyeluruh kemudian memeriksa hasil diagnosisnya untuk memberikan pengobatan berupa dukungan belajar yang positif, penyesuaian strategi pengajaran atau bahan ajar.

Asesmen ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu asesmen non-kognitif dan asesmen kognitif. Kedua penilaian diagnostik ini memiliki tujuan yang berbeda.

Asesmen non-kognitif bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami kesejahteraan psikologis dan sosial-emosional siswa, aktivitas siswa selama belajar di rumah, gaya belajar siswa, hubungan siswa dan juga keadaan keluarga siswa.Tujuan dari penilaian kognitif adalah untuk mengidentifikasi pencapaian siswa, menyesuaikan pembelajaran di kelas dengan kemampuan siswa rata-rata, dan memberikan instruksi remedial atau tambahan bagi siswa dengan nilai di bawah rata-rata.

Siapa yang bertanggung jawab atas diagnosis? Penilaian diagnostik bukan hanya tanggung jawab guru atau wali kelas saja, tetapi juga harus dilakukan oleh guru semua mata pelajaran. Kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah bertanggung jawab untuk memastikan bahwa penilaian ini dilakukan di semua kelas selama minggu pertama dan secara berkala pada awal pembelajaran. Apa saja langkah-langkah asesmen diagnostik?

Baik asesmen non-kognitif maupun kognitif memiliki tiga fase pelaksanaan yang sama, yaitu:

Persiapan, pelaksanaan dan pemantauan. Namun tetap ada perbedaan, karena tujuan yang ingin dicapai juga berbeda.

Langkah-langkah Asesmen Diagnostik

Dari beberapa refrensi yang menjadi acuan dalam melaksanakan asesmen diagnostik, di antaranya:

1. Menganalisis laporan hasil belajar (raport) peserta didik pada tahun sebelumnya.

2. Mengidentifikasi kompetensi yang akan diajarkan.

3. Menyusun instrumen assesmen, yang dapat digunakan antara lain: soal tulisan, lisan,keterampilan(produk,praktik) dan observasi.

4. Bila diperlukan informasi peserta didik dalam aspek, latar belakamg keluargamotivasi,minat dan prasarana. (poin ini sudah ada format)

5. Pelaksanaan asesmen

6. Hasil asesmen diagnostik menjadi data /informasi untuk merencanakan pembelajaran sesuai tahap capaian dan karakteristik peserta didik.

B. Waktu Pelaksanaan Assesmen

Asesmen dilakukan sesuai kebutuhan

1. Awal tahun ajaran

2. Awal lingkup materi

3. Sebelum menyusun modul ajar

Contoh  Rancangan Asesmen Diagnostik

A. Assesmen diagnostik kognitif

Jenjang/ Kelas

6

Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu menjelaskan keniscayaan peristiwa hari akhir dan qada’ dan qadar.

Peserta didik mampu menyebutkan rasul ulul azmi.

Peserta didik mampu memahami ciri-ciri baligh

Tujuan Pembelajaran

· Peserta didik dapat menjelaskan peristiwa hari akhir dengan bahasanya sendiri dan menyebutkan tanda-tandanya berdasarkan pengamatan dan kehidupan sehari-hari.

· Peserta didik mampu menyebutkan rasul ulul azmi.

· Menganalisis kejadian-kejadian yang dialami  berdasarkan pemahannya terhadap qada’ dan qadar.

 

Pelaksanaan

Apa yang nanda ketahui tentang hari akhir? (Materi kelas 6)

 

Apa itu kada’ dan kadar ? dan tuliskan Contoh kada’ dan kadar dalam kehidupan sehari-hari. (materi kelas 6)

 

Tuliskan nabi yang termasuk rasul ulul azmi.

Benarkah nabi nabi musa termasuk rasul ulul azmi? Jelaskan kelenbihan nabi musa. (materi kelas 5)

 

Tuliskan salah satu ciri-ciri laki-laki dan perempuan sudah mengalami baligh!

 

Nama siswa yang sudah paham utuh:


 

Nama siswa yang paham sebagian:


 

Nama siswa yang belum paham menyeluruh:


Rencana tindak lanjut

Siswa akan dikelompokkan berdasarkan pemahaman mereka kemudian mendapatkan perlakuan yang berbeda dari guru,siswa  dikelompokkan berdasarkan tingkat pemahaman.

 

B. Asesmen Non-Kognitif

 

Informasi apa saja yang ingin digali?

Pertanyaan kunci yang ingin ditanyakan

Kesejakteraan psikokologi dan emosional siswa

Apa yang kamu rasakan saat ini?

Aktivitas siswa selama belajar di rumah

Apa saja yang kamu lakukan saat di rumah ?

 

Bagaimana perasaanmu saat belajar di rumah?

 

Apa saja hal yang menyenangkan dan tidak menyenangkan bagi nanda?

Cara guru menyajikan pembelajaran/ kriteria cara guru mengajar yang menyenangkan

Tuliskan cara guru mengajar yang nanda sukai di dalam kelas!


Langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan?

Alat bantu apa yang dibutuhkan?

Perencanaan:

1. Menyiapkan istrumen tes

Lembar instrumen tes.

2. Pelaksanaan

Pelaksanaan sesuai waktu yang sudah ditentukan:

Awal semester, setiap awal lingkup materi, dan setiap membuat modul ajar(tergantung kebutuhan)

3. Tndak lanjut

Guru akan memetakan hasil asesmen dan memberikan tindak lanjut berdasarkan hasil pengelompokan.

 


REFRENSI

- https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/teknik-melakukan-asesmen-diagnostik diakses tanggal 20 Juli 2022.

- kemendikbudristek, panduan pembelajaran dan asesmen,jenjang pendidkan dasar dan menengah.jakarta.2021

Sabtu, 16 April 2022

Konsep Nafsu

Saya mengawali tulisan ini dengan berharap Semoga Allah SWT memberikan kita taufik dan hidayah-Nya, kemudian shalawat serta salam senantiasa mebasahi lisan kita, sebagai bagian dari rasa cinta dan harapan untuk mendapatkan syafaat junjungan alam nabi besar Muhammad SAW kelak di hari kiamat. 

Tentang nafsu yang diciptakan Allah SWT dalam diri hamba-Nya. Jika berbicara nafsu, pikiran kita selalu mengarah kepada hal-hal yang buruk. Padahal dalam konsepnya terdapat dalam Q. S As-syam ayat 7-8 

وَنَفۡسٍ وَمَا سَوَّٮٰهَا ۝

"Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya)."

فَأَلۡهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقۡوَٮٰهَ ۝

"Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya."

Nafsu dalam ayat 7 dibarengi dengan cara penyempurnaannya. Dalam ceramah ustadz Adi Hidayat dalam sebuah channel youtube, jika ingin mengendalikan nafsu, terlebih dahulu ketahui konsepnya. Sebagaimana dalam ayat di atas bahwa konsep nafsu itu ada dua yaitu kefasikan dan ketakwaan. Dan benar, jika ditelaah lebih dalam lagi bahwa kita hidup di dunia ini, akan berhadapan dengan kedua hal tersebut. Contoh kecil ada marah ada sabar, rendah diri ada sombong, dan lain-lain. Ditambahkan lagi oleh ustadz Adi Hidayat, jika manusia ingin tenang, bahagia, sukses dan nyaman hidupnya. Maka dia harus bisa menyUcikan jiwanya sebagaimana dalam ayat berikut disebutkan sebagai poin dari pembahasan ini.

 قَدۡ أَفۡلَحَ مَن زَكَّٮٰهَا ۝

 "Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu."

Sekali lagi Allah menciptakan manusia bersama naFsu dan di dalam nafsu itu ada kefasikan dan ketakwaan dan barang siapa yang mampu menyucikannya maka Allah janjikan hidupnya  aflaha )(beruntung).

Beruntunglah bagi orang yang menyucikannya. Lalu pertanyaan jika Allah menginginkan manusia menjadi baik mengapa diciptakan juga fujur? Mengapa tidak dibekali hanya dengan ketakwaan saja? Jawabanya, Allah meciptakan lawan dari ketakwaan itu dalam diri manusia untuk memunculkan potensi kebaikan dalam dirinya. Sebagai contoh Allah ciptakan rasa marah untuk menguji kesabaran, Allah ciptakan rasa sombong untuk memunculkan rasa rendah hati.

Sesungguhnya tentang nafsu ini setidaknya penulis menemukan 19 ayat Al-Quran yang menyebutkan tentangnya dan setelah dibaca bersama terjemahannya bahwa benar kata nafsu itu selalu mengarah antara dua hal yaitu fujur dan taqwa.

Dalam al-qur'an surat Maryam ayat 59

 ۞ فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan."

Dalam surat Taha ayat 16

 فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لَا يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَتَرْدَىٰ

"Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu jadi binasa."

Dari penjelasann di atas kita menemukan insightnya bahwa di dalam diri manusia itu ada kefasikan dan ketakwaan dan kefasikan itu diciptakan untuk memunculkan potensi baik dalam diri manusia, dan barang siapa yang mampu menyucikan jiwanya, maka Allah janjikan baginya aflaha atau keberuntungan.

Dan sebaliknya jika manusia terus mengikuti keinginannya ke arah yang fasik maka dia akan menemukan kesulitan, kesesatan, kebinasaan.

Maka dari itu sebagai manusia yang dibekali dalam dirinya potensi fujur dan takwa (nafs) maka terlebih dahulu harus tau cara kerja dan konsepnya untuk mengetahui cara menyucikannya dan kemudian untuk mendapatkan kelebihannya. 


Demikian, Wallahua'lam.

 Referensi:

- https://tafsirq.com/tag/menuruti+hawa+nafsu?page=2

- https://youtu.be/aKQdtSRamRM

- Al-quran terjemahan

Kamis, 20 Januari 2022

Merencanakan Pembelajaran di SDIT Nurul Fikri Selong

Banyak hal yang menjadi alasan guru harus tetap belajar selain ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang  juga karena guru adalah penentu kualitas dalam suatu sekolah, guru adalah ujung tombak kesuksesan pembelajaran di dalam kelas. Semakin berkompetensi guru, maka kualitas pembelajaran akan semakin meningkat, salah satu indikatornya adalah tercapainya tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan dan tertuang dalam lasson plan yang menyasar perbaikan sikap (afektif), menambah pengetahuan (kognitif) dan mengasah keterampilan (psikomotorik). Ketiga ranah tersebut tercapai dalam pembelajaran tentu dari guru yang memiliki kompetensi, baik dari segi perencanaan, pengelolaan dan evaluasi. untuk mendapatkan kualitas pembelajaran dan guru yang berkompetensi tentu guru harus mau menambah wawasan baik dengan belajar mandiri atau dengan pelatihan khusus. sebagaimana yang dilakukan oleh SDIT Nurul Fikri Selong misalnya, dari tanggal tiga sampai tanggal delapan Januari semua guru mengikuti pelatihan, salah satunya adalah belajar bagaimana merencanakan pembelajaran di dalam kelas yang dikemas dalam materi RPP terpadu. dalam RPP tersebut ada beberapa sintak yang harus dilalui oleh siswa dengan aktivitas yang sudah tergambar dalam RPP. berikut beberapa sintak dalam RPP TERPADU:

1. Telaah

Pada bagian ini siswa mengamati beberapa materi yang sudah disediakan guru, misalnya membaca buku, mendengarkan audio. semakin banyak indera yang terlibat dalam aktivitas telaah makan akan semakin baik, artinya semua panca indera siswa terlibat dalam hal ini.

2. Eksplorasi

Pada aktivitas ini siswa menggali informasi lebih dalam lagi dari berbagai sumber, seperti internet, buku, artikel, koran atau melalui bertanya.

3. Rumuskan

Pada sintak ini siswa merumuskan hasil eksplorasi yang sudah dilakukan baik secara individu maupun kelompok.

4. Persentasikan

Siswa membacakan hasil temuan yang sudah dirumuskan berdasarkan pemahaman mereka. persentasi ini bisa dikemas oleh guru dengan berbagai teknis, ada yang dibaca langsung oleh siswa, ada yang melalui permainan yang disebut dengan walking galery. dalam persentasikan ini siswa dilatih untuk berbicara menyampaikan apa saja yang sudah dirumuskan.

5. Aplikasikan

Dalam bagian ini siswa dituntut untuk menerapkan apa yang sudah ditemukan, misalnya dengan menjawab latihan atau penugasan sebagai instrumen apakah siswa sudah memahami materi tersebut atau tidak.

6. Duniawi

Pada tahap ini siswa diajak untuk mencari hikmah mempelajari materi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. yang tertuang dalam kebiasaan baik yang bisa dilakukan yang orientasinya diri sendiri, orang tua dan orang lain.

7. Ukhrowi

Orientasi belajar kita semata-mata mencari keridaan Allah SWT sehingga hal tersebut juga harus terintegrasi di pembelajaran, pada bagian ini siswa diajak untuk menyebutkan misi setelah belajar yang orientasinya ke akhirat. tentu saja sebagai pedoman kita adalah Al-qur'an dan hadits. Sehingga jika secara sederhana pada tahap ini siswa diajak untuk mengaitkan pelajaran dengan kehidupan akhirat, misalnya menyebutkan amalan baik yang disukai oleh Allah dan sebagainya.

Tujuan perencanaan yang menggunkan tahapan TERPADU adalah menggabungkan antara pembelajaran paradigma baru dengan tanpa menghilangkan ciri khas dari satuan pendidikan yaitu satuan pendidikan yang terintegrasi dengan kurikulum jaringan sekolah islam terpadu indonesia. sehingga meskipun ada perubahan kurikulum, RPP terpadu masih tetap bisa digunakan, karena sudah berorientasi pada pembelajaran berpusat pada siswa (student centered learning).



Rabu, 08 Desember 2021

Penerapan Strategi Bermain Peran Untuk Meningkatkan Pemahaman Pada Materi Zakat Fitrah Siswa Kelas VI SDIT Nurul Fikri Selong

Materi zakat sama halnya dengan materi rukun islam lainnya seperti salat, puasa dan materi tentang berhaji. Materi tersebut sangat penting dibahas dan diajarkan secara detail karena menyangkut ibadah yang wajib dilaksanakan oleh setiap umat islam. Ibadah tersebut dilaksanakan setahun sekali namun penting untuk guru memberikan pemahaman sejak dini. Sebagaimana salat, zakatpun butuh praktik, sehingga pemahaman siswa lebih melekat, dengan begitu pada materi kali ini penulis mencoba menyajikan materi melalui strategi bermain peran. Bermain peran adalah permainan yang para pemainnya memainkan peran tokoh-tokoh khayalan dan berkolaborasi untuk merajut sebuah cerita bersama (Budimanjaya, 2015). Karena dengan bermain peran  siswa bisa belajar secara langsung  merasakan pengalaman belajarnya sendiri sehingga materi tersebut bisa lebih mudah diingat. Selain itu dengan strategi bermain peran guru mengakomodir kebutuhan belajar siswa baik kinestetik, visual, dan auditory.

Mengapa harus dengan strategi bermain peran? Sebagaimana kita ketahui zakat fitrah sering ditunaikan oleh orang dewasa dalam praktiknya yang akhirnya siswa menjadi kurang paham tentang bagaimana ketentuan pembayaran zakat fitrah sehingga jika ditanya mereka harus membaca buku terlebih dahulu untuk mengingat kembali.

Dari paparan di atas penulis mencoba mempraktikkan strategi tersebut di kelas VI materi zakat fitrah dengan beberapa prosedur sebagai berikut:

1. Menyusun rencana pembelajaran, alat dan bahan serta sumber belajar.

Rencana belajar ini sering kita kenal dengan sebutan RPP di dalam RPP tersebut menggambarkan aktivitas guru dan siswa selama jam pembelajaran, termasuk materi, tujuan,  alokasi waktu, penilaian serta hasil yang diharapkan.

Alat dan bahan di antaranya: beras sebanyak 15 Kg, timbangan, tali rapia, kertas karton, spidol warna-warni, buku catatan, kalkulator dan kantong plastik.

2. Membuat aturan permainan.

Aturan perlu ditentukan supaya siswa mengetahui langkah-langkah yang harus mereka lakukan dalam setiap proses pembelajaran.

3. Menentukan peran dari masing masing-masing siswa.

Dari 28 siswa tentu tidak semua mendapatkan peran, untuk itu guru harus membagi menjadi lima kelompok masing-masing kelompok beranggotakan lima dan enam orang. Dari anggota kelompok tersebut guru akan mengambil salah seorang yang akan berperan sebagai amil zakat. Sehingga amil zakat terdiri dari 5 orang ada yang bertugas menerima dari muzakki, bertugas mencatat, dan mengumpulkan zakat fitrah, sisa siswa yang bertugas sebagai amil zakat berperan sebagai muzakki yaitu yang menyerahkan zakat.

4. Langkah-langkah strategi bermain peran

a. Guru mengatur posisi bangku berderet di depan kelas sebagai tempat para amil zakat yang sudah lengkap dengan atributnya yang tebuat dari tali rapia dan kertas karton.

b. Siswa yang lain duduk berdasarkan kelompok masing-masing dan membagi peran sebagai kepala keluarga, ibu, dan anak.

c. Penyerahan zakat fitrah dimulai setelah guru memberikan pengarahan bahwa apa yang mereka lakukan sekarang sebagai bentuk pembelajaran yang akan dipraktikkan ketika tiba waktu penyerahan zakat fitrah yaitu pada bulan ramadhan.

d. Penyerahan zakat fitrah dimulai dari anggota keluarga A sebanyak 5 anggota keluarga. Maka kelompok A akan mengambil beras yang sudah disediakan lalu menimbang dengan ketentuan tiap orang berzakat sebanyak 2,5 Kg, maka secara otomatis akan terjadi diskusi antara anggota keluarga A berapa beras yang dibutuhkan jika anggota keluarga mereka sebanyak 5 orang. Setelah dihitung kemudian diserahkan langsung ke amil zakat dengan niat yang sudah mereka hafalkan sebelumnya. Begitu seterusnya sampai anggota keluarga yang lain melakukan perannya sebagai muzakki. Pada akhir sesi guru merefleksikan pembelajaran, mengkonfirmasi pemahaman siswa dan melakukan penilaian lisan sederhana misalnya berapa ukuran beras yang wajib dikeluarkan untuk satu orang anggota keluarga, waktu mengeluarkan zakat fitrah dan niat mengeluarkan zakat fitrah. Dari 28 siswa sekitar 80 persen mampu menjelaskan ketentuan zakat fitrah dengan bahasa sendiri. Mengapa demikian? penulis menyimpulkan jika pembelajaran menggunakan strategi yang tepat maka hasil yang didapatkan akan maksimal.

Rekomendasi strategi bermain peran ini cocok untuk siswa TK, SD , SMP dan SMA, tentu saja dengan menyesuaikan materi yang akan diajarkan.

Penulis memilih strategi ini karena mengingat kebutuhan belajar siswa yang beragam, sehingga untuk mengakomodir semua kebutuhan itu tentu guru harus memilih strategi yang tepat demi mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Oleh karena itu sebagai guru kita harus menyajikan pembelajaran berdasarka hasil analisis kebutuhan siswa, gaya belajar, kepadatan materi dan dampaknya di masa depan. Penulis rasa materi zakat firah ini akan diaplikasikan kelak di lingkungan masyarakat, sehingga siswa perlu mengetahui secara detail, pengetahun detail itu didapatkan dari strategi megajar yang tepat dan penulis merasa bermain peran adalah strategi yang paling tepat untuk materi zakat fitrah di kelas VI.

***

Daftar Pustaka

Budimanjaya, Andi 2015. 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences. Jakarta: Frenadamedia Group.

 

 

 

Profil penulis

Nama asli saya Siti Aisyah, tetapi lebih dikenal dengan Aisyah Irawan sebagai nama pena yang diambil dari nama suami saya, lahir di Banok 23 Oktober 1989. lulusan fakultas tarbiyah di IAI Hamzanwadi Pancor tahun 2011, Selain sibuk menjadi ibu rumah tangga saya juga bekerja sebagai guru di salah satu sekolah dasar islam terpadu di Lombok Timur sejak tahun 2012. bagi saya menulis adalah kebutuhan dan harus dilakukan, terutama yang berprofesi sebagai guru, karena melalui tulisan kita bisa mengabadikan apa yang kita lakukan di dalam kelas dan bisa menjadi inspirasi bagi guru yang lain. Lebih lanjut mengenal saya bisa melalui sosial media

Fb: Aisyah irawan

Ig: aisyurozanie

Email: aisyahirawan89@gmail.com

ASESMEN DIAGNOSTIK

  Oleh: SITI AISYAH, S.Pd.I Deputi Kurikulum SDIT Nurul Fikri Selong   Guru yang baik adalah orang yang merencanakan dengan matang sebelum p...