Sabtu, 16 April 2022

Konsep Nafsu

Saya mengawali tulisan ini dengan berharap Semoga Allah SWT memberikan kita taufik dan hidayah-Nya, kemudian shalawat serta salam senantiasa mebasahi lisan kita, sebagai bagian dari rasa cinta dan harapan untuk mendapatkan syafaat junjungan alam nabi besar Muhammad SAW kelak di hari kiamat. 

Tentang nafsu yang diciptakan Allah SWT dalam diri hamba-Nya. Jika berbicara nafsu, pikiran kita selalu mengarah kepada hal-hal yang buruk. Padahal dalam konsepnya terdapat dalam Q. S As-syam ayat 7-8 

وَنَفۡسٍ وَمَا سَوَّٮٰهَا ۝

"Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya)."

فَأَلۡهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقۡوَٮٰهَ ۝

"Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya."

Nafsu dalam ayat 7 dibarengi dengan cara penyempurnaannya. Dalam ceramah ustadz Adi Hidayat dalam sebuah channel youtube, jika ingin mengendalikan nafsu, terlebih dahulu ketahui konsepnya. Sebagaimana dalam ayat di atas bahwa konsep nafsu itu ada dua yaitu kefasikan dan ketakwaan. Dan benar, jika ditelaah lebih dalam lagi bahwa kita hidup di dunia ini, akan berhadapan dengan kedua hal tersebut. Contoh kecil ada marah ada sabar, rendah diri ada sombong, dan lain-lain. Ditambahkan lagi oleh ustadz Adi Hidayat, jika manusia ingin tenang, bahagia, sukses dan nyaman hidupnya. Maka dia harus bisa menyUcikan jiwanya sebagaimana dalam ayat berikut disebutkan sebagai poin dari pembahasan ini.

 قَدۡ أَفۡلَحَ مَن زَكَّٮٰهَا ۝

 "Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu."

Sekali lagi Allah menciptakan manusia bersama naFsu dan di dalam nafsu itu ada kefasikan dan ketakwaan dan barang siapa yang mampu menyucikannya maka Allah janjikan hidupnya  aflaha )(beruntung).

Beruntunglah bagi orang yang menyucikannya. Lalu pertanyaan jika Allah menginginkan manusia menjadi baik mengapa diciptakan juga fujur? Mengapa tidak dibekali hanya dengan ketakwaan saja? Jawabanya, Allah meciptakan lawan dari ketakwaan itu dalam diri manusia untuk memunculkan potensi kebaikan dalam dirinya. Sebagai contoh Allah ciptakan rasa marah untuk menguji kesabaran, Allah ciptakan rasa sombong untuk memunculkan rasa rendah hati.

Sesungguhnya tentang nafsu ini setidaknya penulis menemukan 19 ayat Al-Quran yang menyebutkan tentangnya dan setelah dibaca bersama terjemahannya bahwa benar kata nafsu itu selalu mengarah antara dua hal yaitu fujur dan taqwa.

Dalam al-qur'an surat Maryam ayat 59

 ۞ فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan."

Dalam surat Taha ayat 16

 فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لَا يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَتَرْدَىٰ

"Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu jadi binasa."

Dari penjelasann di atas kita menemukan insightnya bahwa di dalam diri manusia itu ada kefasikan dan ketakwaan dan kefasikan itu diciptakan untuk memunculkan potensi baik dalam diri manusia, dan barang siapa yang mampu menyucikan jiwanya, maka Allah janjikan baginya aflaha atau keberuntungan.

Dan sebaliknya jika manusia terus mengikuti keinginannya ke arah yang fasik maka dia akan menemukan kesulitan, kesesatan, kebinasaan.

Maka dari itu sebagai manusia yang dibekali dalam dirinya potensi fujur dan takwa (nafs) maka terlebih dahulu harus tau cara kerja dan konsepnya untuk mengetahui cara menyucikannya dan kemudian untuk mendapatkan kelebihannya. 


Demikian, Wallahua'lam.

 Referensi:

- https://tafsirq.com/tag/menuruti+hawa+nafsu?page=2

- https://youtu.be/aKQdtSRamRM

- Al-quran terjemahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ASESMEN DIAGNOSTIK

  Oleh: SITI AISYAH, S.Pd.I Deputi Kurikulum SDIT Nurul Fikri Selong   Guru yang baik adalah orang yang merencanakan dengan matang sebelum p...