Rabu, 08 Desember 2021

Penerapan Strategi Bermain Peran Untuk Meningkatkan Pemahaman Pada Materi Zakat Fitrah Siswa Kelas VI SDIT Nurul Fikri Selong

Materi zakat sama halnya dengan materi rukun islam lainnya seperti salat, puasa dan materi tentang berhaji. Materi tersebut sangat penting dibahas dan diajarkan secara detail karena menyangkut ibadah yang wajib dilaksanakan oleh setiap umat islam. Ibadah tersebut dilaksanakan setahun sekali namun penting untuk guru memberikan pemahaman sejak dini. Sebagaimana salat, zakatpun butuh praktik, sehingga pemahaman siswa lebih melekat, dengan begitu pada materi kali ini penulis mencoba menyajikan materi melalui strategi bermain peran. Bermain peran adalah permainan yang para pemainnya memainkan peran tokoh-tokoh khayalan dan berkolaborasi untuk merajut sebuah cerita bersama (Budimanjaya, 2015). Karena dengan bermain peran  siswa bisa belajar secara langsung  merasakan pengalaman belajarnya sendiri sehingga materi tersebut bisa lebih mudah diingat. Selain itu dengan strategi bermain peran guru mengakomodir kebutuhan belajar siswa baik kinestetik, visual, dan auditory.

Mengapa harus dengan strategi bermain peran? Sebagaimana kita ketahui zakat fitrah sering ditunaikan oleh orang dewasa dalam praktiknya yang akhirnya siswa menjadi kurang paham tentang bagaimana ketentuan pembayaran zakat fitrah sehingga jika ditanya mereka harus membaca buku terlebih dahulu untuk mengingat kembali.

Dari paparan di atas penulis mencoba mempraktikkan strategi tersebut di kelas VI materi zakat fitrah dengan beberapa prosedur sebagai berikut:

1. Menyusun rencana pembelajaran, alat dan bahan serta sumber belajar.

Rencana belajar ini sering kita kenal dengan sebutan RPP di dalam RPP tersebut menggambarkan aktivitas guru dan siswa selama jam pembelajaran, termasuk materi, tujuan,  alokasi waktu, penilaian serta hasil yang diharapkan.

Alat dan bahan di antaranya: beras sebanyak 15 Kg, timbangan, tali rapia, kertas karton, spidol warna-warni, buku catatan, kalkulator dan kantong plastik.

2. Membuat aturan permainan.

Aturan perlu ditentukan supaya siswa mengetahui langkah-langkah yang harus mereka lakukan dalam setiap proses pembelajaran.

3. Menentukan peran dari masing masing-masing siswa.

Dari 28 siswa tentu tidak semua mendapatkan peran, untuk itu guru harus membagi menjadi lima kelompok masing-masing kelompok beranggotakan lima dan enam orang. Dari anggota kelompok tersebut guru akan mengambil salah seorang yang akan berperan sebagai amil zakat. Sehingga amil zakat terdiri dari 5 orang ada yang bertugas menerima dari muzakki, bertugas mencatat, dan mengumpulkan zakat fitrah, sisa siswa yang bertugas sebagai amil zakat berperan sebagai muzakki yaitu yang menyerahkan zakat.

4. Langkah-langkah strategi bermain peran

a. Guru mengatur posisi bangku berderet di depan kelas sebagai tempat para amil zakat yang sudah lengkap dengan atributnya yang tebuat dari tali rapia dan kertas karton.

b. Siswa yang lain duduk berdasarkan kelompok masing-masing dan membagi peran sebagai kepala keluarga, ibu, dan anak.

c. Penyerahan zakat fitrah dimulai setelah guru memberikan pengarahan bahwa apa yang mereka lakukan sekarang sebagai bentuk pembelajaran yang akan dipraktikkan ketika tiba waktu penyerahan zakat fitrah yaitu pada bulan ramadhan.

d. Penyerahan zakat fitrah dimulai dari anggota keluarga A sebanyak 5 anggota keluarga. Maka kelompok A akan mengambil beras yang sudah disediakan lalu menimbang dengan ketentuan tiap orang berzakat sebanyak 2,5 Kg, maka secara otomatis akan terjadi diskusi antara anggota keluarga A berapa beras yang dibutuhkan jika anggota keluarga mereka sebanyak 5 orang. Setelah dihitung kemudian diserahkan langsung ke amil zakat dengan niat yang sudah mereka hafalkan sebelumnya. Begitu seterusnya sampai anggota keluarga yang lain melakukan perannya sebagai muzakki. Pada akhir sesi guru merefleksikan pembelajaran, mengkonfirmasi pemahaman siswa dan melakukan penilaian lisan sederhana misalnya berapa ukuran beras yang wajib dikeluarkan untuk satu orang anggota keluarga, waktu mengeluarkan zakat fitrah dan niat mengeluarkan zakat fitrah. Dari 28 siswa sekitar 80 persen mampu menjelaskan ketentuan zakat fitrah dengan bahasa sendiri. Mengapa demikian? penulis menyimpulkan jika pembelajaran menggunakan strategi yang tepat maka hasil yang didapatkan akan maksimal.

Rekomendasi strategi bermain peran ini cocok untuk siswa TK, SD , SMP dan SMA, tentu saja dengan menyesuaikan materi yang akan diajarkan.

Penulis memilih strategi ini karena mengingat kebutuhan belajar siswa yang beragam, sehingga untuk mengakomodir semua kebutuhan itu tentu guru harus memilih strategi yang tepat demi mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Oleh karena itu sebagai guru kita harus menyajikan pembelajaran berdasarka hasil analisis kebutuhan siswa, gaya belajar, kepadatan materi dan dampaknya di masa depan. Penulis rasa materi zakat firah ini akan diaplikasikan kelak di lingkungan masyarakat, sehingga siswa perlu mengetahui secara detail, pengetahun detail itu didapatkan dari strategi megajar yang tepat dan penulis merasa bermain peran adalah strategi yang paling tepat untuk materi zakat fitrah di kelas VI.

***

Daftar Pustaka

Budimanjaya, Andi 2015. 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences. Jakarta: Frenadamedia Group.

 

 

 

Profil penulis

Nama asli saya Siti Aisyah, tetapi lebih dikenal dengan Aisyah Irawan sebagai nama pena yang diambil dari nama suami saya, lahir di Banok 23 Oktober 1989. lulusan fakultas tarbiyah di IAI Hamzanwadi Pancor tahun 2011, Selain sibuk menjadi ibu rumah tangga saya juga bekerja sebagai guru di salah satu sekolah dasar islam terpadu di Lombok Timur sejak tahun 2012. bagi saya menulis adalah kebutuhan dan harus dilakukan, terutama yang berprofesi sebagai guru, karena melalui tulisan kita bisa mengabadikan apa yang kita lakukan di dalam kelas dan bisa menjadi inspirasi bagi guru yang lain. Lebih lanjut mengenal saya bisa melalui sosial media

Fb: Aisyah irawan

Ig: aisyurozanie

Email: aisyahirawan89@gmail.com

3 komentar:

ASESMEN DIAGNOSTIK

  Oleh: SITI AISYAH, S.Pd.I Deputi Kurikulum SDIT Nurul Fikri Selong   Guru yang baik adalah orang yang merencanakan dengan matang sebelum p...