Oleh: SITI AISYAH, S.Pd.I
Deputi Kurikulum SDIT Nurul Fikri Selong
Guru yang baik adalah orang yang merencanakan dengan matang sebelum pembelajaran dimulai, termasuk assesmen, ini yang merupakan bagian penting dari pembelajaran yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang guru. Apa itu asesmen? asesemen adalah upaya untuk memperoleh data/informasi tentang proses dan hasil pembelajaran untuk menentukan seberapa baik kinerja siswa, kelas atau mata pelajaran terkait dengan tujuan/kriteria/prestasi pembelajaran tertentu. Ada berbagai jenis asesmen dalam dunia pendidikan. Jenis asesmen yang akan digunakan harus sesuai dengan tujuan dari asesmen itu sendiri. Contoh asesmen yang sudah dikenal guru adalah asesmen formatif dan asesmen sumatif. Kali ini kita melihat asesmen diagnostik, yang merupakan bagian dari penilaian formatif.
Asesmen diagnostik merupakan asesmen yang dibuat khusus untuk mengidentifikasi kemampuan, kelebihan dan kekurangan siswa agar pembelajaran dapat direncanakan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa. Ada beberapa tujuan asesmen diagnostik, yaitu:
1. Secara cepat memetakan kemampuan siswa di kelas.
2. Identifikasi siswa yang sudah mengerti dan tidak mengerti topik yang diajarkan.
Asesmen diagnostik ini dianalogikan sebagai seorang dokter yang harus memeriksa pasien secara menyeluruh kemudian memeriksa hasil diagnosisnya untuk memberikan pengobatan berupa dukungan belajar yang positif, penyesuaian strategi pengajaran atau bahan ajar.
Asesmen ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu asesmen non-kognitif dan asesmen kognitif. Kedua penilaian diagnostik ini memiliki tujuan yang berbeda.
Asesmen non-kognitif bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami kesejahteraan psikologis dan sosial-emosional siswa, aktivitas siswa selama belajar di rumah, gaya belajar siswa, hubungan siswa dan juga keadaan keluarga siswa.Tujuan dari penilaian kognitif adalah untuk mengidentifikasi pencapaian siswa, menyesuaikan pembelajaran di kelas dengan kemampuan siswa rata-rata, dan memberikan instruksi remedial atau tambahan bagi siswa dengan nilai di bawah rata-rata.
Siapa yang bertanggung jawab atas diagnosis? Penilaian diagnostik bukan hanya tanggung jawab guru atau wali kelas saja, tetapi juga harus dilakukan oleh guru semua mata pelajaran. Kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah bertanggung jawab untuk memastikan bahwa penilaian ini dilakukan di semua kelas selama minggu pertama dan secara berkala pada awal pembelajaran. Apa saja langkah-langkah asesmen diagnostik?
Baik asesmen non-kognitif maupun kognitif memiliki tiga fase pelaksanaan yang sama, yaitu:
Persiapan, pelaksanaan dan pemantauan. Namun tetap ada perbedaan, karena tujuan yang ingin dicapai juga berbeda.
Langkah-langkah Asesmen Diagnostik
Dari beberapa refrensi yang menjadi acuan dalam melaksanakan asesmen diagnostik, di antaranya:
1. Menganalisis laporan hasil belajar (raport) peserta didik pada tahun sebelumnya.
2. Mengidentifikasi kompetensi yang akan diajarkan.
3. Menyusun instrumen assesmen, yang dapat digunakan antara lain: soal tulisan, lisan,keterampilan(produk,praktik) dan observasi.
4. Bila diperlukan informasi peserta didik dalam aspek, latar belakamg keluargamotivasi,minat dan prasarana. (poin ini sudah ada format)
5. Pelaksanaan asesmen
6. Hasil asesmen diagnostik menjadi data /informasi untuk merencanakan pembelajaran sesuai tahap capaian dan karakteristik peserta didik.
B. Waktu Pelaksanaan Assesmen
Asesmen dilakukan sesuai kebutuhan
1. Awal tahun ajaran
2. Awal lingkup materi
3. Sebelum menyusun modul ajar
Contoh Rancangan Asesmen Diagnostik
A. Assesmen diagnostik kognitif
Jenjang/ Kelas | 6 |
Capaian Pembelajaran | Peserta didik mampu menjelaskan keniscayaan peristiwa hari akhir dan qada’ dan qadar. Peserta didik mampu menyebutkan rasul ulul azmi. Peserta didik mampu memahami ciri-ciri baligh |
Tujuan Pembelajaran | · Peserta didik dapat menjelaskan peristiwa hari akhir dengan bahasanya sendiri dan menyebutkan tanda-tandanya berdasarkan pengamatan dan kehidupan sehari-hari. · Peserta didik mampu menyebutkan rasul ulul azmi. · Menganalisis kejadian-kejadian yang dialami berdasarkan pemahannya terhadap qada’ dan qadar. |
Pelaksanaan | Apa yang nanda ketahui tentang hari akhir? (Materi kelas 6) |
| Apa itu kada’ dan kadar ? dan tuliskan Contoh kada’ dan kadar dalam kehidupan sehari-hari. (materi kelas 6) |
| Tuliskan nabi yang termasuk rasul ulul azmi. Benarkah nabi nabi musa termasuk rasul ulul azmi? Jelaskan kelenbihan nabi musa. (materi kelas 5) |
| Tuliskan salah satu ciri-ciri laki-laki dan perempuan sudah mengalami baligh! |
| Nama siswa yang sudah paham utuh: |
| Nama siswa yang paham sebagian: |
| Nama siswa yang belum paham menyeluruh: |
Rencana tindak lanjut | Siswa akan dikelompokkan berdasarkan pemahaman mereka kemudian mendapatkan perlakuan yang berbeda dari guru,siswa dikelompokkan berdasarkan tingkat pemahaman. |
B. Asesmen Non-Kognitif
Informasi apa saja yang ingin digali? | Pertanyaan kunci yang ingin ditanyakan |
Kesejakteraan psikokologi dan emosional siswa | Apa yang kamu rasakan saat ini? |
Aktivitas siswa selama belajar di rumah | Apa saja yang kamu lakukan saat di rumah ? |
Bagaimana perasaanmu saat belajar di rumah? | |
Apa saja hal yang menyenangkan dan tidak menyenangkan bagi nanda? | |
Cara guru menyajikan pembelajaran/ kriteria cara guru mengajar yang menyenangkan | Tuliskan cara guru mengajar yang nanda sukai di dalam kelas! |
Langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan? | Alat bantu apa yang dibutuhkan? |
Perencanaan: 1. Menyiapkan istrumen tes | Lembar instrumen tes. |
2. Pelaksanaan | Pelaksanaan sesuai waktu yang sudah ditentukan: Awal semester, setiap awal lingkup materi, dan setiap membuat modul ajar(tergantung kebutuhan) |
3. Tndak lanjut | Guru akan memetakan hasil asesmen dan memberikan tindak lanjut berdasarkan hasil pengelompokan. |
REFRENSI
- https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/teknik-melakukan-asesmen-diagnostik diakses tanggal 20 Juli 2022.
- kemendikbudristek, panduan pembelajaran dan asesmen,jenjang pendidkan dasar dan menengah.jakarta.2021